Ramadan in Paris

Pendant le ramadan, les Indonésiens de Paris se retrouvent entre eux afin de célébrer le mois sacré comme au pays. Chaque samedi, le temps d’une soirée, ils transforment l’ambassade d’Indonésie en France en une seconde maison. En Indonésie comme dans tout autre pays musulman, le ramadan est un temps traditionnellement consacré à la méditation, mais aussi à la la vie...
read more

Berjibaku

Saat tiba di Paris, angin bulan September yang kencang dan kering menandai transisi Musim Panas ke Musim Gugur. Waktu Paris yang lebih lambat 6 jam dengan Waktu Indonesia bagian Barat tentu memicu “jetlag” bagi anak kampong yang baru pertama kali pergi ke luar negeri. Meski matahari tampak masih setia memancarkan sinarnya, tepat pukul 5 petang, mata sudah mengantuk.  Sebaliknya, pada...
read more

Sentuhan Pertama

Begitu mendarat di Bandara  Roissy Charles de Gaule di utara kota Paris, pukul dua siang, 2 September 2006, seorang kawan menjemput. Kawan saya itu sedang mengambil program doktor pencitraan medis (medical imagery) di salah satu universitas terkenal di Paris. Urusan imigrasi tidak ketat. Saya hanya disuruh menunjukkan paspor dan visa. Setelah membeli tiket kereta bawah tanah ke Paris, kami pun...
read more

Bangsa Tanpa Cinta

“Aku kangen nyucup payudoromu” (Opera Jawa-Garin Nugroho, Paris 2011) Paris- Kata-kata itulah yang pertama kali diucapkan Rama pada Shinta, seusai mengangkangi jasad Rahwana yang menyelingkuhi istrinya. Rama mengajak istri terkasih Shinta untuk membangun kembali laku asmaragama yang terkoyak oleh dramaturgi perselingkuhan Rahwana-Shinta. Namun, Shinta telah berubah. Perasaannya tidak...
read more

Musim Semi dan Sorai Kaum Hawa

Paris – Hangat musim semi mulai mengintip. Senja mulai malas ke peraduannya. Setelah diguyur kuyu selama semusim, dunia kembali bergairah. Paris menggeliat penuh pesona. Tempat-tempat kencan sosial tak sepi lagi. Artis-artis jalanan kembali beraksi. Kostum tebal mulai tanggal. Jalan-jalan pedestrian tak lagi terkebiri. Di awal musim semi, semua orang terlihat segar dan penuh gairah. Senyum...
read more

Hasrat Pejabat Kita yang Terhormat

Paris – Demi bertahan hidup di Paris yang mahal, saya dituntut berperan multidimensi. Lazimnya mahasiswa di luar negeri, saya bangga menjadi pencuci piring di restoran, pelayan di café dan bar, sopir di rental-rental mobil, dan yang paling lazim adalah menjadi guide tour, pemandu wisata. Sudah pasti, tamu yang dipandu adalah orang-orang kaya berduit di Indonesia. Mereka ini kalau bukan...
read more

Page 1 of 212